Di negeri kecil yang dikelilingi oleh awan hitam dan petir yang selalu menyambar, hiduplah seorang pemuda bernama Kaito. Ia memiliki kemampuan unik yang diwariskan oleh leluhurnya, yaitu dapat mengendalikan petir. Kaito dapat memanggil petir dan mengarahkannya ke mana saja ia inginkan.
Setelah beberapa saat, Kaito berhasil mengeluarkan petir yang sangat kuat dan akurat. Petir itu langsung mengenai sasaran dan menghancurkan sebuah patung yang berada di tengah lapangan. Malakai terkejut dan tidak dapat mengeluarkan petir yang sekuat itu.
Kaito menjadi pahlawan di negerinya dan dihormati oleh semua orang. Ia terus melatih kemampuan mengendalikan petirnya dan siap untuk menghadapi tantangan lainnya.
Namun, Kaito tidak menyerah. Ia terus meningkatkan kekuatannya dan mengeluarkan petir yang lebih kuat lagi. Malakai juga tidak mau kalah, tetapi Kaito dapat mengimbangi serangannya.
Suatu hari, Kaito menerima sebuah tantangan dari seorang penyihir jahat bernama Malakai. Malakai memiliki kekuatan yang luar biasa dan ingin menghancurkan negeri kecil tempat Kaito tinggal. Ia menantang Kaito untuk bertarung dalam sebuah kompetisi yang disebut "Pukulan Geledek".
Pukulan Geledek adalah sebuah kompetisi yang mempertandingkan kemampuan mengendalikan petir antara dua orang. Siapa pun yang dapat mengeluarkan petir yang paling kuat dan akurat akan menjadi pemenang.